Sejarah Daim
Berawal dari kamar kost di Jl. Kaliurang km 5 Gg. Mulwa no. 11 Jogjakarta, seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dengan modal semangat dan optimisme yang tinggi serta pinjaman senilai Rp 30.000,- dari temannya dia memulai usaha berjualan donat dengan target market kost disekitarnya. Pada waktu itu produksi awal sebanyak 50 pcs donat per hari.
Dengan peralatan sederhana semua proses produksi dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin, dan itu dilakukan hanya berdua denga istri. Omzet pada tahun ini sudah mencapai kurang lebih Rp 900.000,- sampai Rp 1.000.000,- per bulan.
Dengan meningkatnya permintaan pasar, memutuskan untuk menyewa mesin mixer untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Karena permintaan semakin meningkat, diangkatlah 4 orang karyawan untuk bagian produksi, 3 orang untuk bagian pemasaran dan brand “Da’im Donuts” mulai dikenalkan. Omzet pada tahun ini kurang lebih mencapai Rp 8.000.000,- sampai Rp 10.000.000,- per bulan.
Pembenahan manajemen mulai dilakukan, dari yang sangat tradisional menuju ke manajemen yang lebih modern. 2 Buah mesin mixer sudah dimiliki tanpa harus menyewa lagi. Jumlah karyawan pada saat itu 10 dibagian produksi dan 15 orang sales. Omzet penjualaan mencapai kurang lebih Rp 15.000.000,- sampai dengan Rp 20.000.000,- per bulan.
Mulai membuka cabang di Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 8,5 Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Jogakarta. Memiliki 23 orang karyawan bagian produksi, 20 orang sales regular dan 4 sales TO (take order). Omzet perbuland dari dua took sudah mencapai kurang lebih Rp 100.000.000,-.Dalam mengembangkan usahanya “Da’im Donuts” membuka program kerjasama waralaba bagi para investor yang ingin bergabung silahkan klik : http://franchise-syariah.com.
